Category Archives: Tips

Mencegah Membeli Mobil Bekas Terendam Banjir dan Pencurian

mobil bekas

Untuk membeli sebuah mobil bekas, tentunya akan menghemat pengeluaran anda. Akan tetapi ada beberapa kendaraan bermobil yang sudah bekas, sebaiknya anda mengetahui terlebih dahulu riwayat mobil yang akan dibeli. Dan sekaligus tidak asal membeli mobil bekas.

Jangan sampai anda membeli mobil bekas yang sudah terendam banjir, karena memiliki banyak alasan untuk tidak membelinya. Yang memang patut harus kita hindari dalam pembelian mobil bekas yang pernah terendam oleh banjir. Maka dari itu, dengan adanya artikel ini anda dapat tahu beberapa tips agar tahu mobil bekas terendam banjir.

Menghindari Pembelian Mobil Bekas, Karena Terendam Banjir

mobil bekas
mobil bekas dengan harga murah yang terkena banjir

Untuk dapat menghindari pembelian mobil bekas terendam banjir, karena mobil yang sudah terendam oleh air banjir akan menimbulkan masalah kedepannya. Tentunya bukan masala ringan saja yang akan anda temui, meski anda bisa memperbaikinya sendiri. Tetapi masalah besar pun akan anda hadapi yang akan menguras isi dompet untuk memperbaikinya. Pada biasanya masalah akan timbul, seperti komponen listrik yang korslet, banyaknya karat, sampai masalah yang sederhana tetapi cukup sulit untuk memperbaikinya.

Bagi anda yang belum tahu, bagaimana cara mengetahui riwayat mobil bekas yang sudah terendam banjir. Yang biasanya harga mobil bekas itu sangat murah, kebanyakn orang yang ingin menjual mobil bekas karena dapat dijual dengan mudah. Biasanya pernah mengalami musibah, mobil yang pernah terendam banjir atau juga korban kecelekaan. Maka dari itu, anda jangan terlalu napsu untuk membeli mobil meski harganya murah.

Sebaiknya anda terlebih dahulu menanyakan riwayat mobil yang akan dijual itu. Bagus jika anda menemukan penjual yang jujur yang akan menceritakan riawayat mobil tersebut sebelum anda membelinya. Jika sebaliknya, yang perlu anda lakuakan adalah harus memeriksanya sendiri dan teliti agar dapat mengetahui kerusakan yang ada di dalam mobil bekas itu, apakah pernah terendam banjir atau tidak. Meski membutuhkan waktu untuk mengecek mobil yang anda inginkan.

Yang mana untuk mengeluarkan dana dalam memperbaiki mobil bekas yang pernah terendam banjir tidak main-main. Tentunya biaya yang akan anda keluarkan pun akan terasa dua kali lipat untuk bisa memeperbaiki kerusakan yang ada di mobil bekas tersebut. Biasanya komponen yang akan digantikan, pastinya harga yang begitu mahal. Misalkan, ECU yang mana untuk menggantikannya harus membutuhkan sekitar dana sebesar Rp.1.500.000 sampai dengan 4.000.000, dimana tergantung jenis mobil yang anda inginkan.

Pada biasanya biaya itu tidak termasuk kedalam penggantian sistem kelistrikan atau pun perbaikan mesin secara total. Kemungkinan untuk memperbaiki mobil bekas yang terendam banjir pun akan mengeluarkan baya dengan total mencapai puluhan juta. Dengan itu, anda harus lebih teliti untuk dapat mengetahui kondisi dari mobil bekas yang akan anda beli.

Menghindari Dalam Membeli Mobil Bekas Curian

mobil bekas pencurian
mobil bekas pencurian yang sedang di urus oleh polisi

Dalam membeli mobil bekas merupakan solusi yang terbaik bagi anda, karena memiliki bajet yang pas-pasan untuk mempunyai kendaraan pribadi. Harga yang memang terbilang murah, tetapi harus perlu ketelitian untuk bisa memilih mobil yang sesuai keinginan anda.

Bahayanya, jika anda membeli mobil bekas yang merupakan mobil dari sebuah pencurian. Maka dari itu, jangan kita tertipu dalam pembelian mobil bekasa, apalagi hasilnya dari mencuri. Dan tentunya, kita akan terjebak dalam masalah pidana karena membeli mobil bekas namun dengan harga murah, tanpa mengetahui riwayat dan sejarah dari mobil tersebut.

Patut yang harus anda ketahui, jika membeli mobil bekas pencurian yang memang sengaja dilakukan. Maka kita pun akan di tindak pidana, karena jika mnembeli atau menerima barang dari hasil kejahatan. Hal itu akan dianggapnya berkerjasama dalam pencurian tersebut atau sebagai penadah.

Ban Motor Cepat Botak? Ketahui Hal Berikut Ini!

Ban Motor

Ban merupakan salah satu komponen yang sangat penting di sebuah kendaraan bermesin, tidak terkecuali di sepeda motor. Pada umumnya, ban dibuat dengan desain yang disesuaikan akan kebutuhan dan biasanya bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama, yakni selama satu setengah hingga dua tahun.

Ban Motor
Penyebab ban motor cepat botak

Akan tetapi, banyak para pengendara sepeda motor yang melakukan kesalahan ketika berkendara. Sehingga ban motor, baik dibagian depan maupun belakang cepat habis, atau dengan kata lain botak‘. Dengan demikian, ban harus segera diganti dengan yang baru, agar tidak mengakibatkan hal-hal yang tak diinginkan terjadi.

Namun, tahukah kalian apa hal-hal yang membuat ban motor cepat ‘gundul’ ? Berikut beberapa hal yang membuat ban motor cepat haus.

  • Terlalu Sering Menggunakan Standar Samping

Nampaknya hal pertama yang terlihat sepele, justru dapat membuat ban sepeda motor cepat habis. Kesalahan umum yang satu ini tidak terjadi oleh sebagian para pengendara, tetapi juga keseluruhan pengendara melakukan hal tersebut.

Standar samping memang membuat motor tidak jatuh saat dalam keadaan berhenti dan hal itu juga lebih mudah, dibandingkan harus menggunakan standar tengah. Akan tetapi, dengan seringnya melakukan hal tersebut, justru dapat membuat beban sepeda motor menjadi terpusat dari satu sisi saja.

Hal itu dapat mengakibatkan shockbreaker juga lebih mengarah ke kiri dan menekan beban di ban sebelah kiri. Sehingga, pada sisi kiri cepat habis.

  • Tekanan Anging Tidak Sesuai

Hal kedua yang dapat mengakibatkan ban motor cepat ‘botak’ yakni tekanan angin pada ban tidak sesuai yang diajurkan. Setiap pabrikan ban memiliki standar yang telah ditentukan mengenai tekanan angin. Sehingga, ketika mengisi tekanan angin ke ban, ada baiknya memperhatikan ketentuan.

  • Tidak Membersihkan Ban

Ban sepeda motor setiap harinya bertapak ke berbagai permukaan, dan banyak bahan kimia yang menempel pada ban tersebut. Padahal perlu diketahui, bahwa terdapat beberapa zat kimia yang dapat mengakibatkan ban cepat habis, yakni diantaranya oli, bensin, cat, air sabun dan lain sebagainya.

Sehingga hal yang harus dilakukan adalah dengan rajin-rajin membersihkan ban, meskipun sepeda motor jarang dicuci. Namun ada hal yang harus diperhatikan ketika mencuci ban yakni hindari penggunaan deterjen bubuk ataupun sabun colek.

Penyebab Ban Motor Hilang Traksi

Setelah mengetahui sejumlah hal mengenai penyebab ban sepeda motor cepat habis atau gundul, maka selanjutnya harus mengetahui penyebab ban motor hilang traksi. Apa itu traksi? yakni gaya gesek yang ditimbulkan antara ban dengan permukaan, baik itu aspal, tanah liat dan lain sebagainya.

Traksi
Terdapat beberapa hal yang dapat mengakibatkan hilangnya traksi

Apabila traksi pada sebuah ban hilang, maka akan dapat membahayakan pengendara, lantaran ban tidak akan maksimal dalam menggigitpermukaan atau slip. Tentu solusinya adalah mengganti ban baru. Tetapi, perlu diketahui, sejumlah penyebab ban motor hilang traksi, yaitu terdapat tiga faktor.

Tiga Faktor Ban Hilang Traksi

  • Kondisi Permukaan Jalan

Tentu penyebab pertama sebuah ban hilang daya geseknya yakni lantaran kondisi permukaan, diantaranya seperti jalanan basah, terlumur akan oli atau minyak, jalan rusak, tergenang lumpur, maupun salju. Selain itu, permukaan pasir juga dapat menghilangkan traksi ban.

Kampas Rem
Salah satu penyebab hilangnya traksi adalah kampas rem yang sudah tidak rata
  • Kondisi Kendaraan

Penyebab kedua adalah mengenai kondisi akan kendaraan itu sendiri, yang meliputi ban dan rem. Apabila kampas rem telah habis dan tidak rata, maka akan dapat mengakibatkan hilangnya traksi. Begitu juga dengan kondisi tapak ban.

  • Tindakan Pengemudi

Hal ketiga sekaligus yang terakhir yakni tentang tingkah laku sang pengedara. Traksi dapat hilang, jikalau pengendara secara tiba-tiba mempercepat laju sepeda motor, padahal dalam permukaan yang licin, dan menginjak pedal rem seketika, ataupun belok secara tidak beratur.