Category Archives: Info

Dari Polusi Udara, Jadi Tinta

Graviky Labs

Sebuah perusahaan rintisan bernama Graviky Labs telah berhasil mengembangkan sistem terbaru dalam memanfaatkan polusi udara yang dihasilkan dari kendaraan bermesin yang memiliki bahan bakar bensin atau fossil.

Graviky Labs
Graviky Labs sukses mengubah polusi udara menjadi tinta

Mereka sukses menemukan sebuah perangkat yang dapat berfungsi untuk menangkap polusi udara, dan mengubah polusi udara tersebut menjadi sebuah tinta hitam dengan kualitas tinggi yang dapat digunakan bagi keperluan seni.

Tinta berkualitas tinggi tersebut memiliki nama AIR-INK. Dimana apabila menggunakan tinta AIR-INK hanya sebanyak 30 ml (milimeter) saja, itu berarti setara dengan menghilangkan pencemaran udara akibat polusi dari mesin selama 45 menit.

Tinta AIR-INK memiliki bahan dasar dari polusi udara partikulat, yakni jelaga yang tak mampu terbakar dalam kinerja mesin. Pada umumnya jelaga tersebut keluar dari cerobong asap, knalpot kendaraan dan generator serta lain sebagainya.

Terdapat tiga tahapan untuk dapat mengubah polusi udara menjadi tinta AIR-INK yang dapat bermanfaat. Tahapan pertama yang dilakukan oleh perusahaan Graviky Labs tersebut adalah perangkat bernama KAALINK yang memiliki fungsi untuk dapat menangkap jelaga yang tidak terkumpul saat keluar dari sebuah kendaraan. Alat tersebut dipasang di dalam knalpot kendaraan ataupun pada generator.

Kendaraan yang tengah berjalan selama 45 menit, jelaga yang dapat ditangkap oleh KAALINK dapat menghasilkan cairan tinta sebanyak 30 milimeter. Takaran tinta tersebut sudah cukup untuk mampu mengisi satu pena dari Graviky Labs.

Jelaga yang sudah berhasil ditangkap dengan peragkat KAALINK, selanjutnya mengalami tahapan kedua yakni melalui berbagai proses eksklusif. Tahap kedua ini bertujuan untuk dapat menghilangkan karsinogen dan sejumlah logam berat yang berada di dalam jelaga.

Tahapan ketiga atau yang terakhir adalah karbon yang sudah dibersihkan dari kandungan berbahaya, selanjutnya siap untuk dipergunakan dalam membuat sejumlah produk jenis cat dan tinta.

Pemerintah Tekan Emisi CO2

Sementara itu, Pemerintah Republik Indonesia memiliki rencana untuk menekan emisi karbon CO2 hingga sebesar 29 persen pada tahun 2030 mendatang. Hal tersebut diungkapkan oleh produsen mobil ternama dunia yang berasal dari Jerman, BMW ketika berada di Indonesia.

Emisi CO2
Pemerintah serius untuk terapkan 29 persen pada 2030 guna menurunkan emisi CO2

“Apabila kita melihat dari perkembangan dan trend di dunia sejauh ini, dimana penggunaan akan mobil listrik, termasuk juga hybrid Red sudah begitu tinggi, pertumbuhan juga berjalan signifikan. Sehingga menurut penilaian saya bahwa 29 persen pada tahun 2030 itu masih masuk akal,”

“Penurunan sebanyak 29 persen tersebut tidak hanya terjadi dari otomotif saja. Tetapi juga dapat berasal dari berbagai sektor energi. ujar Jodie O’tania selaku Vice President Corporate Communications, BMW Group Indonesia saat berada di kantor Kementerian Perindustrian.

Lebih lanjut, Jodie mengungkapkan bahwa terdapat banyak cara untuk mengurangi emisi CO2 dari sektor otomotif. “Untuk mengurangi emisi karbon CO2 dari otomotif, dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya yaitu dapat menggunakan mobil listrik, dan masih banyak lagi,” tutup Jodie.

Kemenperin: Mobil Listrik Solusi Kurangi Emisi

Kementerian Perindustrian memiliki pendapat bahwa penggunaan mobil listrik akan mampu mengurangi dampak dari emisi sebuah kendaraan. Namun dengan catatan bahwa listrik yang digunakan di sebuah mobil listrik berasal dari tenaga surya, bukan listrik yang berasal dari pembangkit batubara.

Mobil Listrik
Mobil Listrik akan menjadi solusi dalam upaya menurunkan emisi CO2 di Indonesia

“Mobil listrik merupakan solusi yang paling ideal untuk mengurangi emisi CO2. Tetapi, listrik yang digunakan bukan yang berasal dari batubara, karena akan mengakibatkan pembuangan yang serupa, namun listrik yang berasal dari tenaga surya,” ujar I Gusti Putu Suryawirawan selaku irjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin.